Laman

Senin, 28 September 2009

Tumpukan buku yang membuat bulu kuduk berdiri

Ada-ada saja pemikiran si pembuat buku ini. Yang jelas kegunaannya bukan untuk dibaca melainkan untuk menakut-nakuti.

Animated Moving Books adalah beberapa buku palsu yang dibuat mirip dengan buku asli yang bisa bergerak keluar-masuk apabila sensor yang ada menditeksi orang yang lewat di depannya.

Barisan buku di bagian tengah akan mendadak keluar dan masuk kembali bila ada orang lewat kemudian ditambah suara-suara gesekan pintu dan lainnya yang akan menjadikan bulu kuduk Anda merinding.


Kalau Anda yang suka cara Barat merayakan malam Halloween mungkin tertarik dengan buku ini. Atau Anda yang suka perabotan horror silakan saja.

Animated Moving Books dijual dengan harga US$ 24.99 atau sekitar Rp 250.000. Anda berminat??



Sumber berita :
Haunted Animated Books Is Probably Just The House Settling

Menyalakan lampu dengan darah segar.

Energi alternatif sedang dicari oleh manusia, mengapa? Karena kekhawatiran terhadap cadangan minyak bumi yang semakin menipis dan kebingungan manusia terhadap pasokan listrik. Berbagai penelitian dan pengembangan telah ditempuh. Hingga akhirnya manusia berusaha menemukan alternatifnya. Namun bayangkan jika hasil penemuan ini membutuhkan nyali yang cukup besar, apalagi berhubungan dengan darah. Ini dia...

Blood Lamp adalah sebuah lampu darurat (sekali pakai) yang bisa menyala tanpa listrik atau baterai melainkan oleh darah Anda yang masih segar. Sesuai dengan namanya, lampu ini menyala selama 24 jam bila anda meneteskan darah Anda ke dalam tabung ini.



Penggunaannya cukup mudah tapi mengerikan, pertama lampu yang berbentuk tabung dari kaca ini harus dipecahkan bagian atasnya kemudian dengan sisa bagian atas yang tajam, Anda harus menggoreskan jari anda sehingga darah akan keluar. Kemudian darah segar itulah yang akan membuat lampu ini menyala terang. Eit tapi jangan diminum darahnya...emangnya vampir...hehe...

Penemuan itu hanyalah salah satu hasil, coba deh cari alternatif lain yang lebih aman lagi. Soalnya kalau misal tiap hari kita harus menyalakan lampu maka darah kita habis dong. Takutnya nanti ada pembunuhan massal untuk menyalakan lampu seisi kota...sereeemmm...



Sumber berita :
Blood Lamp: What if power came at a cost to the individual?